Minggu, 27 Juni 2010

Migrasi Windows ke Linux dan beberapa aplikasi alternatifnya

Migrasi Windows ke Linux

Bagi pengguna komputer yang telah terbiasa menggunakan Windows mungkin akan merasa bingung saat pertama kali menggunakan Sistem Operasi Linux. Tapi hal ini sama saja dengan jika kita terbiasa menggunakan ponsel Nokia kemudian kita menggunakan Sony Ericsson misalnya.

Rasa bingung ini sebenarnya hanyalah karena kita telah terbiasa menggunakan windows. Pertama menggunakan Linux mungkin akan timbul pertanyaan seperti "ah, biasanya klo mau jalanin ini, buka nya di menu ini.." atau mungkin perkataan seperti "dimana winamp nya ?". Jika kita sudah terbiasa menggunakan Linux sejak awal, kita pun akan merasakan kebingungan yang sama saat pertama kali kita menggunakan Windows. Bagi orang yang belum pernah menggunakan kedua sistem operasi tersebut, kemudian dia mempelajari keduanya, saya yakin dia akan merasakan tingkat kesulitan yang sama diantara keduanya.

Kemudahan menggunakan Linux sama saja dengan mudahnya menggunakan Windows, terkecuali mungkin dalam hal administrasi, configurasi yang terlihat ribet, walaupun demikian jika kita sudah terbiasa akan terasa mudah, bahkan kita akan merasakan kebebasan saat menggunakan linux, karena sifatnya yang sangat fleksibel. Akan tetapi diluar hal yang bersifat administratif yaitu untuk penggunaan sehari-hari pada Linux yang telah terinstall rapi seperti mengetik, mendengarkan musik, menjalankan video, dvd, editting gambar, audio, video, browsing internet, secara garis besar sama saja seperti di windows.


Beberapa aplikasi alternatif untuk Linux

(Contoh aplikasi dibawah ini adalah yang biasa saya gunakan)

Aplikasi Windows Linux
Pengolah Kata Microsoft Word Libreoffice Writer
Spreadsheet Microsoft Excel Libreoffice Calc
Pengolah Gambar Photoshop GIMP
Vector Graphic Editor Corel Draw Inkscape
PDF Reader Adobe Reader Evince
MP3 Player Winamp XMMS
Video Player Media Player Classic SMPlayer
Image Viewer FastStone Viewer GQView
DVD Player Power DVD SMPlayer
CD/DVD Burner Nero K3B
Internet Browser Internet Explorer Firefox/Chrome
File Manager Windows Explorer Nautilus
Text Writer Notepad KWrite
Task Manager Task Manager KSysGuard
Video Editor Ulead Video Studio KDEnLive
Audio Editor Sony Sound Forge Audacity
OCR Omnipage Tesseract
Compression Tool WinRAR Ark

(lebih lengkap kunjungi situs ini


MENJALANKAN APLIKASI WINDOWS DI LINUX

Beberapa aplikasi windows dapat berjalan di linux dengan bantuan aplikasi 'Wine'. Wine merupakan aplikasi yang memungkinkan aplikasi windows berjalan di linux, semacam emulator, akan tetapi wine bukanlah merupakan emulator seperti emulator sega, nintendo dsb., karena wine melakukan apa yang windows lakukan. Jadi semacam windows minimalis yang berada di sistem linux.

Aplikasi Windows yang pernah saya gunakan di Linux menggunakan Wine :

  • Photoshop
  • Microsoft Office 2007
  • Omnipage
  • Free Download Manager
  • Warcraft III FrozenThrone
  • Age Of Empires 2
  • The Sims 3

Terdapat lebih dari 14ribu software windows terdaftar dalam database wine. Silahkan kunjungi Situs WineHQ.

Sabtu, 26 Juni 2010

Tentang Linux

Apa itu linux ?

Linux merupakan salah suatu sistem operasi (seperti hal nya Windows, MacOS) yang dilisensikan secara GNU General Public License. Bisa dikatakan Linux adalah salah satu sistem operasi yang "gratis". Penamaan Linux diambil dari Linus Torvalds yang pertama kali menulis kernel (inti) sistem operasi Linux. Dalam arti sempit yang dinamakan Linux hanyalah kernel-nya saja (Pengertian kernel secara mudahnya adalah perangkat yang memungkinkan suatu aplikasi dapat mengakses hardware). Sementara paket sistem operasi lengkap plus aplikasi-aplikasi pendukungnya disebut GNU/Linux, karena semua software baik kernel maupun pendukungnya dilisensikan menggunakan lisensi GNU. Walaupun demikian, sudah jamak dikenal orang yang disebut Linux adalah sistem operasi plus semua aplikasi-aplikasi tambahan yang disediakan.


Sejarah Linux

Linux dimulai dari dua orang tokoh yang bernama Richard Stallman dan Linus Torvalds. Alkisah adalah seorang Richard Stallman yang memiliki pandangan unuik bahwa hak seorang programmer adalah mendapatkan source-code gratis untuk aplikasi yang didapatkannya, maka Richard Stallman menginisiasi sebuah gerakan yang dinamakan Free Software Movement, gerakan ini berkambang hingga akhirnya berdiri organisasi yang bernama GNU Foundation. GNU Foundation mengkampanyekan gerakan software Free dan lisensi GPL.

Pada mulanya Linux diciptakan hanya untuk kepentingan hobi saja. Linus Torvalds pada waktu itu adalah seorang mahasiswa Universitas Helsinki di Finlandia. Dia secara diam-diam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet di tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai milyaran dolar di kemudian hari.

Linux terinsipirasi oleh Minix (suatu sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan suatu sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada suatu PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.

Pada tanggal 25 Agustus 1991, Linus Torvalds mengumumkan sistem ini dalam posting Usenet pada newsgroup “comp.os.minix.” :


Hello everybody out there using minix -

I'm doing a (free) operating system (just a hobby, won't be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready. I'd like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system (due to practical reasons) among other things).

I've currently ported bash(1.08) and gcc(1.40), and things seem to work. This implies that I'll get something practical within a few months, and I'd like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won't promise I'll implement them :-)

Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)

PS. Yes – it's free of any minix code, and it has a multi-threaded fs. It is NOT portable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that's all I have :-(.

—Linus Torvalds


Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.

Sistem operasi Android yang saat ini banyak dibenamkan pada beberapa smartphone seperti Google Nexus, Sony Ericsson Xperia X10, LG GW620, dll. Pun menggunakan kernel Linux yang telah dimodifikasi. Begitu juga dengan sistem operasi maemo yang dibenamkan pada Nokia N900, adalah merupakan sistem operasi linux turunan debian.

Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.


Karena sifatnya yang open source, banyak developer berkeinginan untuk membuat sebuah Linux dengan corak tersendiri. Akhirnya, muncullah beberapa macam distribusi Linux. Distribusi linux tersebut dikenal dengan nama Distro Linux, yang saat jumlahnya mencapai lebih dari 300 distro linux yang berbeda-beda. 10 besar distro linux yang menjadi Major Distribution (27Juni2010) diantaranya adalah : Ubuntu, Fedora, openSUSE, Debian, Mandriva, LinuxMint, PCLinuxOS, Slackware, gentoo linux, CentOS, dan freeBSD.

(gambar diambil dari http://www.arealinux.com/wp-content/uploads/2010/02/logos.jpg)


Linus Torvalds yang baik hati

Linus Benedict Torvalds (lahir di Helsinki, Finlandia, 28 Desember 1969) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan Kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.(foto : www.wikipedia.com, 2002)

Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. Hampir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.

Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.

kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dab press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang.


Sumber :
Buku “Panduan Mudah LINUX” oleh Ali Akbar, Penerbit Informatika, 2006
http://id.wikipedia.org/wiki/Kernel
http://id.wikipedia.org/wiki/Linux
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Linux
http://id.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds
http://en.wikipedia.org/wiki/Android_(operating_system)
http://www.distrowatch.com